Tuesday, May 22

Apakah Puasa Wanita yang Tidak Berjilbab Ditolak ??

Apakah Puasa Wanita yang Tidak Berjilbab Ditolak ??
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kita meyakini amal soleh di bulan ramadhan, pahalanya dilipat gandakan. Dan kita juga perlu sadar bahwa perbuatan maksiat yang dilakukan manusia di bulan ramadha, dosanya juga dilipat gandakan.

Al-Allamah Ibnu Muflih dalam kitabnya Adab Syar’iyah menyatakan,

فصل زيادة الوزر كزيادة الأجر في الأزمنة والأمكنة المعظمة

Pembahasan tentang kaidah, bertambahnya dosa sebagaimana bertambahnya pahala, (ketika dilakukan) di waktu dan tempat yang mulia.

Selanjutnya, Ibnu Muflih menyebutkan keterangan gurunya, Taqiyuddin Ibnu Taimiyah,

قال الشيخ تقي الدين: المعاصي في الأيام المعظمة والأمكنة المعظمة تغلظ معصيتها وعقابها بقدر فضيلة الزمان والمكان

Syaikh Taqiyuddin mengatakan, maksiat yang dilakukan di waktu atau tempat yang mulia, dosa dan hukumnya dilipatkan, sesuai tingkatan kemuliaan waktu dan tempat tersebut. (al-Adab as-Syar’iyah, 3/430).

Orang yang melakukan maksiat di bulan ramadhan, dia melakukan dua kesalahan,

↔ Pertama, melanggar larangan Allah
↔ Kedua, menodai kehormatan ramdhan dengan maksiat yang dia kerjakan.

Karena itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi ancaman keras orang yang masih rajin bermaksiat ketika puasa. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari 1903, Turmudzi 711 dan yang lainnya).

Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan keterangan dari Ibnul Munayir,

هو كناية عن عدم القبول ، كما يقول المغضب لمن رد عليه شيئا طلبه منه فلم يقم به : لا حاجة لي بكذا . فالمراد رد الصوم المتلبس بالزور وقبول السالم منه
Ini merupakan ungkapan tidak diterimanya puasanya. Seperti orang yang sedang marah, ketika dia menyuruh orang lain tapi tidak dilakukannya, kemudian dia mengatakan, “Aku gak butuh itu.” Sehingga maksud hadis, menolak puasa orang yang masih aktif berbuat dosa, dan tidak menerima dengan baik darinya. (Fathul Bari, 4/117).

Buka Aurat, Menebar Dosa

Ketika wanita memamerkan auratnya, yang terjadi, dia sedang menjadi sumber dosa. Dosa bagi setiap lelaki yang melihat dirinya. Itulah para wanita yang menjadi sebab banyak lelaki melakukan zina mata… para wanita yang mengobral harga diri dan auratnya di depan umum, tanpa rasa malu.

Karena itu, cara memahaminya bukan sekali memamerkan aurat, sekali berbuat dosa, bukan demikian. Tapi juga perlu diperhatikan berapa jumlah lelaki yang terkena dampak dari dosa yang dia lakukan.

Karena itu, wajar jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman sangat keras untuk model manusia semacam ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua jenis penghuni neraka yang belum pernah aku lihat. (1) Sekelompok orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi, dan dia gunakan untuk memukuli banyak orang. (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, jalan berlenggak-lenggok, kepalanya seperti punuk onta, mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan harumnya surga, padahal bau harum surga bisa dicium sejarak perjalanan yang sangat jauh.” (HR. Ahmad 8665 dan Muslim 2128).

Puasanya Tidak Diterima ??

Jika puasa seseorang menjadi tidak bernilai gara-gara dosa yang dia kerjakan.

Apa yang bisa anda bayangkan, ketika ada orang yang menjadi sumber dosa??

Layakkah dia berharap puasanya diterima?

Bahkan karena sebab dia, banyak lelaki yang pahala puasanya berkurang..



 _______________________________________
Oleh Ustadz Ammi Nur Baits
(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Wednesday, May 16

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Shubuh

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Shubuh
Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi berbagai nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Suatu hal yang membuat kami rancu adalah ketika mendengar hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang secara tekstual jika kami perhatikan menunjukkan masih bolehnya makan ketika adzan shubuh.

Hadits tersebut adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِىَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

“Jika salah seorang di antara kalian mendengar azan sedangkan sendok terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan sendok tersebut hingga dia menunaikan hajatnya hingga selesai.”[1]

Hadits ini seakan-akan bertentangan dengan ayat,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah Ta’ala membolehkan makan sampai terbitnya fajar shubuh saja, tidak boleh lagi setelah itu. Lantas bagaimanakah jalan memahami hadits yang telah disebutkan di atas?

Alhamdulillah, Allah memudahkan untuk mengkaji hal ini dengan melihat kalam ulama yang ada.

Berhenti Makan Ketika Adzan Shubuh
Para ulama menjelaskan bahwa barangsiapa yang yakin akan terbitnya fajar shodiq (tanda masuk waktu shalat shubuh), maka ia wajib imsak (menahan diri dari makan dan minum serta dari setiap pembatal). Jika dalam mulutnya ternyata masih ada makanan saat itu, ia harus memuntahkannya. Jika tidak, maka batallah puasanya.

Adapun jika seseorang tidak yakin akan munculnya fajar shodiq, maka ia masih boleh makan sampai ia yakin fajar shodiq itu muncul. Begitu pula ia masih boleh makan jika ia merasa bahwa muadzin biasa mengumandangkan sebelum waktunya. Atau ia juga masih boleh makan jika ia ragu adzan dikumandangkan tepat waktu atau sebelum waktunya. Kondisi semacam ini masih dibolehkan makan sampai ia yakin sudah muncul fajar shodiq, tanda masuk waktu shalat shubuh. Namun lebih baik, ia menahan diri dari makan jika hanya sekedar mendengar kumandang adzan. Demikian keterangan dari ulama Saudi Arabia, Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah.[2]

Pemahaman Hadits

Adapun pemahaman hadits Abu Hurairah di atas, kita dapat melihat dari dua kalam ulama berikut ini.

Pertama: Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah.

Dalam Al Majmu’, An Nawawi menyebutkan,

“Kami katakan bahwa jika fajar terbit sedangkan makanan masih ada di mulut, maka hendaklah dimuntahkan dan ia boleh teruskan puasanya. Jika ia tetap menelannya padahal ia yakin telah masuk fajar, maka batallah puasanya. Permasalah ini sama sekali tidak ada perselisihan pendapat di antara para ulama. Dalil dalam masalah ini adalah hadits Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhum bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ بِلالا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Sungguh Bilal mengumandangkan adzan di malam hari. Tetaplah kalian makan dan minum sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan.” (HR. Bukhari dan Muslim. Dalam kitab Shahih terdapat beberapa hadits lainnya yang semakna)

Adapun hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

“Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan bejana (sendok, pen) ada di tangan kalian, maka janganlah ia letakkan hingga ia menunaikan hajatnya.” Dalam riwayat lain disebutkan,

وكان المؤذن يؤذن إذا بزغ الفجر
“Sampai muadzin mengumandangkan adzan ketika terbit fajar.” Al Hakim Abu ‘Abdillah meriwayatkan riwayat yang pertama. Al Hakim katakan bahwa hadits ini shahih sesuai dengan syarat Muslim. Kedua riwayat tadi dikeluarkan pula oleh Al Baihaqi. Kemudian Al Baihaqi katakan, “Jika hadits tersebut shahih, maka mayoritas ulama memahaminya bahwa adzan yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah adzan sebelum terbit fajar shubuh, yaitu maksudnya ketika itu masih boleh minum karena waktu itu adalah beberapa saat sebelum masuk shubuh. Sedangkan maksud hadits “ketika terbit fajar” bisa dipahami bahwa hadits tersebut bukan perkataan Abu Hurairah, atau bisa jadi pula yang dimaksudkan adalah adzan kedua. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan bejana (sendok, pen) ada di tangan kalian”, yang dimaksud adalah ketika mendengar adzan pertama. Dari sini jadilah ada kecocokan antara hadits Ibnu ‘Umar dan hadits ‘Aisyah.” Dari sini, sinkronlah antara hadits-hadits yang ada. Wabiilahit taufiq, wallahu a’lam.”[3]

Kedua: Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan dalam Tahdzib As Sunan mengenai beberapa salaf yang berpegang pada tekstual hadits Abu Hurairah “Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan bejana (sendok, pen) ada di tangan kalian, maka janganlah ia letakkan hingga ia menunaikan hajatnya”. Dari sini mereka masih membolehkan makan dan minum ketika telah dikumandangkannya adzan shubuh. Kemudian Ibnul Qayyim menjelaskan, “Mayoritas ulama melarang makan sahur ketika telah terbit fajar. Inilah pendapat empat imam madzhab dan kebanyakan mayoritas pakar fiqih di berbagai negeri.”[4]

Catatan: Adzan saat shubuh di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu dua kali. Adzan pertama  untuk membangunkan shalat malam. Adzan pertama ini dikumandangkan sebelum waktu Shubuh. Adzan kedua sebagai tanda terbitnya fajar shubuh, artinya masuknya waktu Shubuh.

Pendukung dari Atsar Sahabat

Ada beberapa riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Hazm rahimahullah.

ومن طريق الحسن: أن عمر بن الخطاب كان يقول: إذا شك الرجلان في الفجر فليأكلا حتى يستيقنا

Dari jalur Al Hasan, ‘Umar bin Al Khottob mengatakan, “Jika dua orang ragu-ragu mengenai masuknya waktu shubuh, maka makanlah hingga kalian yakin waktu shubuh telah masuk.”

ومن طريق ابن جريج عن عطاء بن أبى رباح عن ابن عباس قال: أحل الله الشراب ما شككت، يعنى في الفجر
Dari jalur Ibnu Juraij, dari ‘Atho’ bin Abi Robbah, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Allah masih membolehkan untuk minum pada waktu fajar yang engkau masih ragu-ragu.”

وعن، وكيع عن عمارة بن زاذان عن مكحول الازدي قال: رأيت ابن عمر أخذ دلوا من زمزم وقال لرجلين: أطلع الفجر؟ قال أحدهما: قد طلع، وقال الآخر: لا، فشرب ابن عمر

Dari Waki’, dari ‘Amaroh bin Zadzan, dari Makhul Al Azdi, ia berkata, “Aku melihat Ibnu ‘Umar mengambil satu timba berisi air zam-zam, lalu beliau bertanya pada dua orang, “Apakah sudah terbit fajar shubuh?” Salah satunya menjawab, “Sudah terbit”. Yang lainnya menjawab, “Belum.” (Karena terbit fajarnya masih diragukan), akhirnya beliau tetap meminum air zam-zam tersebut.”[5]

Setelah Ibnu Hazm (Abu Muhammad) mengomentari hadits Abu Hurairah yang kita ingin pahami di awal tulisan ini lalu beliau membawakan beberapa atsar dalam masalah ini, sebelumnya beliau rahimahullah mengatakan,

هذا كله على أنه لم يكن يتبين لهم الفجر بعد، فبهذا تنفق السنن مع القرآن

“Riwayat yang ada menjelaskan bahwa (masih bolehnya makan dan minum) bagi orang yang belum yakin akan masuknya waktu Shubuh. Dari sini tidaklah ada pertentangan antara hadits yang ada dengan ayat Al Qur’an (yang hanya membolehkan makan sampai waktu Shubuh, pen).”[6]

Sikap Lebih Hati-Hati

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ditanya, “Apa hukum Islam mengenai seseorang yang mendengar adzan Shubuh lantas ia masih terus makan dan minum?”

Jawab beliau, “Wajib bagi setiap mukmin untuk menahan diri dari segala pembatal puasa yaitu makan, minum dan lainnya ketika ia yakin telah masuk waktu shubuh. Ini berlaku bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa nadzar dan puasa dalam rangka menunaikan kafarot. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).
Jika mendengar adzan shubuh dan ia yakin bahwa muadzin mengumandangkannya tepat waktu ketika terbit fajar, maka wajib baginya menahan diri dari makan. Namun jika muadzin mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, maka tidak wajib baginya menahan diri dari makan, ia masih diperbolehkan makan dan minum sampai ia yakin telah terbit fajar shubuh. Sedangkan jika ia tidak yakin apakah muadzin mengumandangkan adzan sebelum ataukah sesudah terbit fajar, dalam kondisi semacam ini lebih utama baginya untuk menahan diri dari makan dan minum jika ia mendengar adzar. Namun tidak mengapa jika ia masih minum atau makan sesuatu ketika adzan yang ia tidak tahu tepat waktu ataukah tidak, karena memang ia tidak tahu waktu pasti terbitnya fajar.

Sebagaimana sudah diketahui bahwa jika seseorang berada di suatu negeri yang sudah mendapat penerangan dengan cahaya listrik, maka ia pasti sulit melihat langsung terbitnya fajar shubuh. Ketika itu dalam rangka kehati-hatian, ia boleh saja menjadikan jadwal-jadwal shalat yang ada sebagai tanda masuknya waktu shubuh. Hal ini karena mengamalkan sabda Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tinggalkanlah hal yang meragukanmu. Berpeganglah pada hal yang tidak meragukanmu.” Begitu juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang selamat dari syubhat, maka selamatlah agama dan kehormatannya.” Wallahu waliyyut taufiq.”[7]

Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa kebanyakan muadzin saat ini berpegang pada jadwal-jadwal shalat yang ada, tanpa melihat terbitnya fajar secara langsung. Jika demikian, maka ini tidaklah dianggap sebagai terbit fajar yang yakin. Jika makan saat dikumandangkan adzan semacam itu, puasanya tetap sah. Karena ketika itu terbit fajar masih sangkaan (bukan yakin). Namun lebih hati-hatinya sudah berhenti makan ketika itu.”[8]

Demikian sajian singkat dari kami untuk meluruskan makna hadits di atas. Tulisan ini sebagai koreksi bagi diri kami pribadi yang telah salah paham mengenai maksud hadits tersebut. Semoga Allah memaafkan atas kelalaian dan kebodohan kami.

Semoga Allah senantiasa menambahkan pada kita sekalian ilmu yang bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.


________________________________
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id


[1] HR. Abu Daud no. 2350. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan shahih.

[2] Lihat Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no. 66202 pada link http://islamqa.com/ar/ref/66202 .

[3] Al Majmu’, Yahya bin Syarf An Nawawi, Mawqi’ Ya’sub, 6/312.

[4] Hasyiyah Ibnil Qoyyim ‘ala Sunan Abi Daud, Ibnul Qayyim, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, 6/341.

[5] Lihat Al Muhalla, Abu Muhammad Ibnu Hazm, Mawqi’ Ya’sub, 6/234.

[6] Al Muhalla, 6/232.

[7] Fatawa Ramadhan, dikumpulkan oleh ‘Abdul Maqshud, hal. 201, dinukil dari Fatawa Al Islam Sual wa Jawab no. 66202.

[8] Lihat Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no. 66202 pada link http://islamqa.com/ar/ref/66202

Thursday, May 3

Cara install Driver Printer Epson LX 800 , LX 300 dan LX 300+ Di windows 7

Cara Instal Printer LX 800 dan LX 300 di windows 7 - Epson LX-800 adalah printer dotmatrik milik epson yang sedikit berbeda dengan printer pada umumnya. Printer jenis ini tidak perlu di install pada Windows 7, karena tidak memiliki driver.

Dan Ternyata printer Epson LX (apapun jenisnya) secara genetik menggunakan driver yang sama. anda bisa menginstall drivernya menggunakan Epson LX tipe 80 atau 136 yang sudah ada dibawaan windows. tidak perlu repot-repot mencari kesana kemari drivernya karena sudah tersedia di windows XP keatas.

Kemudian yang menjadi masalah saat ini adalah perkembangan teknologi komputer atau laptop yang telah meniadakan port LPT dan hanya menyediakan Port USB, serta dukungan driver yang ada di windows seri terbaru.

Agar kita bisa mengoperasikan Printer Epson LX 800 , dan LX 300 maka telah dibuatlah sebuah kabel data converter USB to LPT atau LPT to USB. Dengan menggunakan kabel ini kita masih bisa memanfaatkan printer ini untuk bisa mencetak di Windows Xp dan Windows 7 ke atas dengan menggunakan perangkat komputer yang tidak ada port LPTnya.

Install Printer LX 800 dan LX 300 Dotmatrik Di Windows 7

Berikut dibawah ini Langkah-langkah Install Driver Printer Epson LX-800 dan LX 300 di Windows 7.
  • Nyalakan Printer dengan menghubungkan Kabel data LPT to USB.
  • Klik Start  Menu Windows 7
  • Klik Devices and Printers
  • Klik Add Printer di tab atas
  • Pilih Add a Local Printer
  • Pilih Port Yang anda Gunakan : use an existing port
Cara install Driver Printer Epson LX 800

#Jika menggunakan Kabel LPT-LPT (Kabel Ori Bawaan LX 800) pilih LPT1
#Jika menggunakan Kabel LPT To USB  pilih Port USB001 tau USB002
Cara install Driver Printer Epson LX 800
note : karena disini saya menggunakan lpt to usb di USB 2, maka yang keluar adalah port USB002 #sesuaikan dengan port yang ada jika memakai USB-LPT
  • Pilih Driver pada tab menu tersebut, Epson - Lalu Pilih Epson LX series 1 (80)
Cara install Driver Printer Epson LX 800
  • Kemudian pilih Opsi pertama Use driver currently instaled
  • Berilah nama sesuai yang anda kehendaki ex: Epson LX 800
  • Klik NEXT tunggu sampai proses instaling berhasil
  • Pilih Do not Dhare jika ingin digunakan hanya di komputer itu saja atau share public jika printer akan dijadikan layanan print cloud seperti lewat wifi,LAN atau lewat IP
Sampai disini printer LX 800 anda berhasil di instal di windows 7 untuk pengecekannya  saat di menu terakhir penginstalan ada menu TEST PRINT klik untuk melihat apakah printer bekerja dengan baik. Hasil printer berupa Print TEST yang berlogo WINDOWS.

Jika proses penginstalan tidak ada masalah test print berjalan lancar dan anda akan melihat icon Printer dengan tanda Ceklist Hijau

Demikian postingan saya di kali ini tentang 'Cara Install Driver Epson LX-800 dan LX-300 di Windows 7'. Sekali lagi semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi temen-temen sekalian.

Wednesday, May 2

Error Kode Printer Canon MG2470, MG2570 Serta Solusinya

Error Kode Printer Canon MG2470, MG2570
Canon Mg 2470 dan Canon Mg 2570. Kedua Jenis Printer Tersebut, Bisa kita katakan Printer Keluaran Canon yang memiliki kinerja yang Cukup baik dalam dunia Cetak Mencetak, Cepat, Memiliki Kualitas Cetak Yang Lumayan, dan tak Kalah penting lagi, Printer ini juga Sangatlah irit dalam hal Mengkomsumsi tinta.

Printer Canon MG2570 dan MG2470 harga cukup murah cocok digunakan untuk printer rumahan. Printer tersebut kurang cocok dimodifikasi infus karena tidak ada unit pemompa tinta.

Teknologi dan susunan printer Canon MG2570 sangat jauh berbeda dengan Canon MP237 genersai sebelumnya. Jika seri sebelumnya antara Canon MP258, MP287, dan Canon MP237 ada beberapa kemiripan dari cartridge, susunan mekanik, kabel, dan sensornya.


Daftar Kode Error Printer Canon Pixma MG2570 :


  • 2x blink orange : printer kehabisan kertas/kertas tidak ada
  • 3x blink orange : kertas macet
  • 4x blink orange : cartridge tidak terbaca (pasang cartridge ke posisi yang benar)
  • 5x blink orange : cartridge idak terbaca (pasang cartridge ke posisi yang benar)
  • 7x blink orange : cartridge tidak dipasang dalam posisi yang benar atau EEPROM printer full(reset printer) untuk penjelasan reset printer canon MG2570 teman teman bisa baca          DISINI Cara Reset Printer Canon MG2470 dan MG2570
  • 8x blink orange : ink absorver hampir penuh
  • 13x blink orange : tingkat tinta dalam cartridge tidak bisa terdeteksi (isi tinta pada cartridge    kemudian tekan tombol STOP/RESET selama 5 detik)
  • 14x blink orange : cartridge tidak di kenali (tekan tombol STOP/RESET selama 5 detik,jika tetap tidak bisa,ganti cartridge dengan yang baru.
  • 15x blink orange : cartridge tidak di kenali (tekan tombol STOP/RESET selama 5 detik,jika tetap tidak bisa,ganti cartridge dengan yang baru.
  • 16x blink orange : tinta habis (isi tinta cartridge)

Permasalahan yang sering terjadi saat ini pada printer canon pixma MG2570 yaitu error 5B00 atau di tandai dengan berkedipnya lampu orange sebanyak 7x. Untuk lebih lengkapnya tentang error 5B00, teman teman bisa langsung ke link Cara Mengatasi Error 5B00 Printer Canon MG2570.

Demikian cara mengatasi error pada printer canon MG2570, semoga dapat bermanfaat buat teman teman semua

Tuesday, May 1

Cara Nonaktifkan Update Otomatis Aplikasi Dan Game Di Android

Tips Mematikan Auto Update Aplikasi di Handphone Android - Saat ini, OS Android merupakan sistem operasi smartphone yang paling banyak digunakan di dunia. Sejak 2013, Android mulai menguasai pangsa pasar smartphone, produk-produk dari Samsung, Sony, LG, Lenovo serta perusahaan teknologi lainnya.

Smartphone Android mempunyai banyak kelebihan dalam penggunaan maupun  fitur yang tersedia.  Selain mudah di bawa, beberapa fitur juga bisa mempermudah kita dalam beraktivitas.

Salah satu kemudahan aplikasi android yaitu mudahnya melakukan pembaruan, dengan fitur auto update. Maka kita dapat memperbarui aplikasi dengan cepat dan praktis. Namun Pembaruan aplikasi semua orang pasti pernah melakukannya. Kegiatan ini menyita banyak kuota dan juga terkadang kita tidak mau untuk memperbarui sebuah aplikasi karena biasanya yang telah di perbaharui justru tidak sesuai dengan selera kita. Karena kegiatan pembaruan itu sebetulnya ada keuntungan dan kelemahannya.

Keuntungan Pembaruan Otomatis Aplikasi :
  • Mendapatkan fitur terbaru dari aplikasi yang sudah di update.
  • Dapat memperbarui versi sebuah aplikasi.
  • Selalu Up To date terhadap sesuatu / hal terbaru dari sebuah aplikasi.
Kelemahan Auto Update Aplikasi :
  • Boros Kuota. Pembaruan aplikasi ini tentunya tidak membutuhkan kuota yang sedikit.
  • Update yang ternyata tidak ada perubahan besar atau penambahan fitur baru pada aplikasi.
  • Kecewa dengan versi baru karena tidak sesuai dengan ekpektasi, dan lebih nyaman dengan fitur lama.

Cara Mudah Nonaktifkan Auto-Update Aplikasi dan Game di Android

Pertama, silahkan buka aplikasi Google Play. Kemudian tap pada ikon tiga garis horizontal di pojok kiri atas aplikasi untuk memunculkan menu.
 Selanjutnya masuk ke menu Settings. Terdapat beberapa submenu, kemudian pilih General lalu tap pada submenu Auto-Update Apps.
Ketiga pilihan tersebut adalah:
  • Do not auto-update apps
  • Auto-update apps at any time. Data Charges may apply
  • Auto-update apps over Wifi only.
Pilihan opsi yang pertama -> jika anda ingin aplikasi atau game diperbaharui secara manual dan Google Play tidak akan memperbaharuinya secara otomatis.
Pilihan opsi yang kedua -> Jika anda ingin melakukan update otomatis.
Pilihan opsi yang ketiga -> Jika anda ingin mendapatkan update otomatis ketika terhubung ke jaringan WiFi saja.

Mematikan update otomatis aplikasi android satu persatu
  • Buka aplikasi Play Store lalu cari aplikasi yang sudah terinstall yang akan anda atur. Sebagai contoh disini saya ingin agar Google Maps tidak melakukan Auto Update.
  • Uncheck atau jangan dicentang pilihan Allow automatic updating.
Cara Nonaktifkan Update Otomatis Aplikasi Dan Game Di Android
Jika semua langkah-langkah dilakukan dengan benar, maka Auto-update aplikasi dan game di android telah berhasil di nonaktifkan.