Wednesday, February 25

Kisah Sakaratul Maut Seorang Pemuda

Kisah Sakaratul Maut Seorang Pemuda
Yang Berbakti Kepada IBUNYA


Dalam salah satu khutbahnya,
Syaikh Muhammad Hassan hafidzahullah menceritakan
tentang keajaiban yang dialami seorang pemuda saat detik-detik sakaratul maut menjemputnya. Tidak asing lagi bagi siapa pun yang mengenalnya bahwa ia adalah potret
pemuda masa kini yang amat cinta dan
berbakti kepada ibundanya.

“Di antara keajaiban yang sampai kepadaku
pada Ramadhan kali ini adalah kisah tentang
seorang anak muda di antara anak-anak muda
kita. Sesosok pemuda yang sangat berbakti
kepada ibunya terbaring di atas kasur
kematian pada usia keemasannya, yang belum genap tiga puluh tahun. Dalam kegentingan akhir hayatnya itu, tatkala detik-detik sakaratul
maut menjemputnya, orang-orang yang ada di
sekelilingnya terheran-heran saat mendengar
ia mengucapkan kalimat-kalimat yang sangat menakjubkan. Sungguh, sangat menakjubkan !

“Tidak. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku
harus izin dulu kepada ibuku”

Masih saja pemuda tersebut mengulang-ulang kalimat yang sama. Hingga membuat mereka yang menyaksikan fenomena itu bergegas memanggil ibunya, yang sedari awal
menyendiri dalam kamarnya, menangis,
lantaran tak kuasa melihat sang buah hati
menghadapi sakaratul maut. Tidak lain karena
sang buah hati adalah sosok suri tauladan
yang amat berbakti kepada ibunya. Mereka
pun mengabarkan apa yang sedang terjadi
dengan anaknya.

“Lihatlah anakmu, ia terus-menerus
mengucapkan kalimat-kalimat yang aneh !!“

Mendengar hal itu, sontak sang ibu yang
cemas berlari menuju kamar anaknya.

Didapatinya dahi sang anak mulai mengeluarkan buliran-buliran keringat bak
mutiara. Dan ini adalah sebagian di antara
tanda-tanda husnul khotimah – semoga Allah Ta’ala mewafatkan kita dalam keadaan
beriman -.

Ia dengarkan sendiri kalimat yang terus diulang-ulang oleh buah hatinya.

“Tidak. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku
harus izin dulu kepada ibuku”

Segera ia dekati buah hatinya.

Dan Subhanallah, ia segera bertanya kepada anak kesayangannya :

“Wahai anaku, ini aku, ibumu. Wahai anaku, aku
ibumu, Nak. Aku ibumu, anakku. Dengan siapa kau bicara ?”

Ketika ajal yang kian dekat, di saat waktu yang demikian singkat itu, akhirnya sang pemuda shalih ini menceritakan peristiwa paling berkesan yang belum pernah ia rasakan
sebelumnya selama hidupnya. Ia pun menoleh kepada ibunya seraya berkata :

“Wahai ibuku, seorang gadis sangat cantik
jelita, Ibu. Belum pernah aku melihat gadis
secantik itu. Ia datang kemari. Sungguh aku
melihatnya persis di hadapanku. Ia datang
melamarku untuk dirinya, Ibu. Aku bilang
kepadanya, tidak. Aku tidak bisa sampai aku
minta izin dulu kepada ibuku”

Maka sang ibu pun langsung menimpali :

“Aku izinkan, anakku. Sungguh, dia adalah
hurriyatun (bidadari) dari surga untukmu. Aku
sudah izinkan, Nak“

Sedemikian tinggi inikah derajatmu wahai
pemuda ?

Hingga istrimu (di surga) datang kepadamu membawa kabar gembira, sementara dirimu masih ada di dunia ?

Janganlah kalian kaget. Tidak perlu kalian
semua heran, karena dalam kondisi seperti ini, seorang mukmin akan diperlihatkan tempat tinggalnya di surga dan di neraka. Ia akan melihat tempatnya di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

Bahkan ia akan melihat para malaikat-Nya. Ia
benar-benar melihat malaikat dengan mata
kepalanya. Ia pun akan mendengar sebuah
bisyarah (kabar gembira).

Dan Maha Benar Allah Ta’ala yang berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka
beristiqomah dengannya, maka para Malaikat akan turun kepadanya seraya berkata :

“Janganlah kalian takut”

Di mana kejadian itu ? Di atas kasur ketika
mereka akan meninggal, menurut salah satu
pendapat. Atau tatkala mereka keluar dari
alam kubur, sebagaimana pendapat yang lain dari para ulama tafsir.

“Janganlah kalian takut dan jangan pula
bersedih. Berbahagialah kalian dengan surga
yang telah dijanjikan untuk kalian” [Qs.Fushilat : 30]


EmoticonEmoticon