Thursday, November 19

DERITA SEORANG YANG MABUK CINTA

DERITA SEORANG YANG MABUK CINTA

فَمَا فِي الْأَرْضِ أَشْقَى مِنْ مُحِبٍّ * وَإِنْ وَجَدَ الْهَوَى حُلْوَ الْمَذَاقِتَرَاهُ بَاكِيًا فِي كُلٍّ حِينٍ *مَخَافَةَ فُرْقَةٍ أَوْ لِاشْتِيَاقِفَيَبْكِي إِنْ نَأَوْا شَوْقًا إِلَيْهِمْ * وَيَبْكِي إِنْ دَنَوْا خَوْفَ الْفِرَاقِفَتَسْخَنُ عَيْنُهُ عِنْدَ الْفِرَاقِ * وَتَسْخَنُ عَيْنُهُ عِنْدَ التَّلَاقِي

Tidak ada yang lebih menderita di dunia ini daripada seorang pecinta.
Meskipun ia mendapatkan rasa manisnya cinta.

Engkau melihatnya menangis sepanjang waktu.
Karena khawatir berpisah ataupun karena rindu.

Dia menangis ketika berjauhan karena rindu,
dan diapun menangis ketika berdekatan karena takut berpisah.

Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan,
dan matanya pun berkaca-kaca ketika dia berjumpa.

Mabuk cinta memang mendatangkan kenikmatan pada diri pelakunya, namun sesungguhnya dia adalah sebesar-besar siksa yang ada di hati…

(Aljawaabul Kaafi/ Ad-Daa’ wad Dawaa, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah)


EmoticonEmoticon